1 Februari 2011 - 20:30

Di Maidan Tahrir, jutaan rakyat Mesir turun ke Jalan, menuntut Presidennya, Husni Mubarak untuk mundur dari jabatannya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Stasiun TV Al Arabia dalam breaking newsnya melaporkan bahwa telah lebih dari 30 ribu warga Mesir tertumpah ruah di Maidan Tahrir, dan terus menerus jumlahnya semakin meningkat, sampai menembus jutaan orang. Stasiun TV tersebut dalam beritanya yang menyiarkan secara langsung kejadian di Maidan Tahrir menyebutkan bahwa tumpakan massa serupa yang menuntut Mubarak mundur juga tengah berlangsung di Iskandariyah. Pihak militer yang mengambil alih wewenang kepolisian yang tidak mampu mengamankan situasi, menegaskan bahwa tuntunan massa adalah sesuatu yang legal dan mereka tentu tidak akan berhenti sebelum tuntunan tersebut terpenuhi.

Warga Mesir dari berbagai kota yang berbeda, khususnya Kairo, Iskandariyah dan Seuz tetap melanjutkan aksi demonstrasinya dengan memenuhi jalan-jalan utama di kota-kota tersebut, menuntut agar Husni Mubarak segera mundur dari jabatannya, meskipun pihak pemerintah telah mengeluarkan aturan pelarangan untuk berdemonstrasi. Organisasi-organisasi Islam juga mengeluarkan pernyataan sikapnya bahwa mereka tidak akan berhenti menuntut sampai rezim dictator Husni Mubarak berhasil digulingkan.  

Sementara situs berita Internet, Al Manar menyampaikan bahwa bersamaan dengan aksi demonstrasi di dalam negeri Mesir, kantor-kantor kedutaan besar Mesir di berbagai Negara yang berbeda tidak luput dari aksi massa, menuntut hal yang sama. Ribuan warga Mesir memenuhi kantor-kantor kedutaan Mesir di Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Italia, Turki, Spanyol dan beberapa Negara lainnya menyatakan tuntutan mereka, mendesak agar Husni Mubarak segera lengser dari jabatan kepresidenannya. Diantara spanduk, dan selebaran yang dibawa para demonstran dalam aksi unjuk rasanya, tertulis, "Kami tidak menuntut pergantian presiden semata, melainkan perubahan sistem", "Pergilah Husni Mubarak", dan lain-lain menunjukkan protes massa adalah tuntunan untuk membentuk sistem baru pemerintahan yang lebih berkeadilan. Yel-yel massa demonstran seperti, "Mubarak, Boneka Amerika" diantaranya yel-yel yang lebih mendominasi dalam aksi unjuk rasa jutaan warga Mesir tersebut.